JAKARTA: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan memperkirakan sumbangan devisa dari 78.000 pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing mencapai Rp16 triliun per tahun


Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Wahyu Satrio Utomo mengatakan sumbangan itu lebih besar dibandingkan dengan devisa dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang hanya Rp34 triliun per tahun.

Namun, jumlah pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing masih kecil ketimbang pelaut asal Filipina yang jumlahnya sekitar 400.000 orang atau mengisi sekitar sepertiga pelaut dunia.

“Kebutuhan pelaut dunia sangat besar sekali, sementara taruna yang dihasilkan oleh sekolah pelaut kita masih kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan”, katanya seperti dikutip www.depub.go.id kemarin.

Perbandingan pelaut yang bekerja

Filipina 400.000 orang

Indonesia 78.000 orang

sumber: “Bussiness indonesia”, 27 maret


Untitled Document